Rabu, 14 Mei 2008

Sekaratnya sang pujangga lama

PUJANGGA YG MUSNAH

Tak ada lg wong memalyu jdi pujangga..
ayat-ayat cinta hanya ilusi
ilusi sebuah komoditi
ilusi utk mencari sekantong uang
itu hanya fatamorgana kata sank kekek

sang kakek adalah veteran pujangga lama
ia terbaring dan tak lg ereksi
nyarafnya tak lgi mampu membangkitkat anunya
otaknya masih jenius
tetapi ia kini bisu, tuli dan buta
mungkin bumi terlalu tua utk ia muda

yaa
pujangga kini mulai musnah
tinggal seorang kakek yg sekarat
iapun tak bisa berbuat

ia punya murid byk dan ribuan sudah profesor
tpi tak satupun meawrisi wataknya
ilmunya diambil dan dikemas jadi komoditi dagangan
yaa tak ihlas lagi
yy tak jujur lgi

banyak muridnya yg cerdas tpi gila
gila dunia
gila kemewahan
mobilnya 5
rumahnya 25 kamar
istri gelapnya 7
tabungannya hanya diambil bunganya cukup
waah kata sang kakekpun menyesal mengajarinya hurup dan angka

kini sang pujangga masih sekarat
ia belum juga ma mati
ia berharap datangnya imam mahdi sebleum ia pergi

yaa imam mahdi tulis kakek disebuh kertas
itu yg kuharap

tapi sang kakek hanya berharap
harapan yg sia
harapan yg hampa
harapan yg hanya mimpi
yaa..
pasrah saja seperti sang kakek
aku jg tak tau harus mulai dari mana pesan sang kakek
republik ini terlalu kusut utk diluruskan
lembaga keluarga yg paling strategis juga lumpuh keluarga tak lagi bisa mendidik
ya manusia lahir menjadi harimau
ya harimau tak pernah bisa kita rubah jadi manusia

pasraahhh
tpi jgn kata sang kakek
tunggu saja
ia akan turun dari tuhan
sang pujangga penggantiku...