Kamis, 15 Mei 2008

guru menggurui


GURU lebih banyak MENGGURUI
kita tak keran lagi guru klu guru kita banjir
setiap kota ada fakultas keguruan
kini anak SD tak lagi diajar spg atau pgsd tetapi sudah s1 pgsd
bahkan tak jarang anak sd memiliki guru mpd
mungin bsok aku menemukan Dr.pd
yaa
dunia pendidikan truz berkembang
bahkan kini sekolah sd paporit lebih mahal dari universitas negeri
komersialisasi pendidikan tak hanya di dikti
namun merambah sd smp sma bahkan sekelas tk
pendidikan menjadi cokomoditas
bahkan yayasan pendidikan berubah menjadi persero
pendidikan diarah ke ekonomi oriented
kapitalisme juga sudah berakar di sekolah dan kampus
lalu apa yg kemudian terjadi
terjadi lomba ketangkasan yg karbitan
anak diolah jadi mie instan
bayangkan saja jika anak sd pelajarnnya sudah integral
renungkan saja bila anak tak lagi bisa bermain
pagi sekolah, sore les dan malam privat
mereka dijadikan boneka genius
pola mekanistik menjadikan mereka matang sbelum berkecambah
yaaa.
masa-masa kecilnya yg riang kini tinggal dongeng
mereka tak lagi punya waktu bermain
mereka jua tak punya halaman bercanda
keluarga mereka jua sibuk mengejar harta
mereka sendiri berkeringat
keringat dingin dari mesin kecil
otaknya dipaksa menyerap sampah ilmu
benarkah guru sang guru
betulkah metode sekolah
luruskah sistem pendidikian kita
yaa...
mari kita liat produknya
anak-anak sd semakin nakal
anak smp pun tak kalah binal
anak sma pun lebih vulgar
tak kalah galak para mahaiswa
yaa..
mereka adalah fakta
input yg lugu menjadi sia
proses digurui menjadi berhala ilmu
merekapun berubah menjadi beringas
guru tak lagi menjadi guru
dosenpun semakin diktator
guru tak banyak memberi tansfer of spirit
spirit for live of etic
mereka memiliki hati hampa
hampa makna
hampa nilai
hampa cinta
benarkah menurutmu sang guru
aku mengatakan ia benar
tetapi fakya mengatakan ia telah bersalah
alasannya selalu klise "kesejahteraa" si umar bakri
tpi kita liat saja hampir 90% kepala sekolah telah bermobil
mereka diajarkan korupsi lewat dana proyek Bos
ya mereka menjadi bos dengan mengemboskan dana pendidikan
mereka "guru" menjadi laskar terakhir korupsi berjamaah
tak ada lagi profesi suci di Indonesia
guru sang pendidik telah terkontaminasi virus korupsi
lalu harapan kita siapa
sang profesor menjawab keluarga,
namun aku juga ragu apakah orangtua mampu
harga sembako yg melangit membuat mereka jua tak punya waktu
mereka juga sibuk mempersiapkan nisan emasnya
sebuah prestise sosial pangkat, jabatan dan harta
lalu siapa sang guru suci
aku tak tau lagi
seorang bayi lahir setiap detik dan siap dihitam-kelamkan
mereka yg polos harus menerima dicat hitam oleh sang guru
bahkan merekapun secara sadar mengecat rambutnya menjadi merah
lalu salahkah sang bayi yg suci besar menjadi harimau
yaaa
aku hanya berharap tuhat kembali memberikan wahyu
malaikat harus ekstra keras memberikan ilham-ilham moral kala manusia tidur
ya itulah guru suci harapan terakhirku ???