KALA CINTA PUTRI BERTAHTA
Karya Al-fath Diraja Airlangga
embun mencair
menatap Putri tersenyum
pipinya sintal
pertanda tidur pulas mimpi
Putri beranjak
menatap sapaan mentari
pagi itu bersahaja
tanpa awan dan hujan
putri menatap kekejauhan
siul suara burung melayu
patahkan ranting tua
daun pinus terserak
putri tersenyum
kala sang teman menggumam
cinta putri "tak ada"
putri menatap langit
bintang samar mengangguk
putri masih juga tersenyum
hati putri bersemi
mencari secercah cinta
cinta sang pangeran dusta
putri berlari disiang terik
mengejar cita tuk cinta
cita sang mahasiswi
cita tuk prahu harta
menuju tahta cinta
dilahan penuh kelam
Hari teruz mengalir
kringat tak lagi asin
namun penuh aroma cinta
sorepun singgah sejenak
membawa mega letih
putri tertunduk lunglai
sang radja tenggelam
memberi salam terkahir
puti tetap berharap
malam penuh purnama
diramaikan sorak binatang
putri bingung mencari sang pangeran
banyak pangeran menyapa
tak satupun bertahta
semua hanya maya
putri bertanya pada khaliq
mana "jodohku tuhan"
namun jawaban blum juga datang
putri kembali tenggelam
bersama selimut malam
bermimipi cinta bertahta
putri bangun tersentak
tatapannya penuh tanya
namun malam masih sunyi
hanya suara cecak menangkap nyamuk
putri terduduk diam
malam itu ditempat lain
sang pujangga duduk bertasbih
istiharah nya untuk sang putri
sang pujangga berbisik lirih
lewat suara angin malam
"putri cintamu bertahta"
putri berdiri dalam kelam malam
kakinya seakan melangkah sendiri
mengejar suara hati malam
fajarpun bersaksi mengirim pesan sang pujangga
"putri biarkan pangeran menjemputmu"
"putri kamu wanita cantik duduklah ditahtamu"
"yakinlah ia akan datang bsok dgn kereta emasnya"
"Pangeran itu kini sedang merakit cinta untukmu"
...... "the end of making love" .....