malam semakin sunyi
tiba kala dering rindumu
terperanjat suara manjamu
kudengar gemercik seyummu
musim kupu-kupu telah usai
tapi rasa itu masih ada
namamu bayang laluku
andai waktu bisa kubeli
sadar sesali luput
seyummu kusimpan rapat dihatiku
bila dibumi tak kuraih ragamu
kan kupinta bidadarimu disurga
hatiku kan selalu mengenangmu
selamanya sampai aku tiada.....
Mengalirlah se-ihklas air, terbanglah se-ikhtiar burung, diamlah sesabar batu, bersyukurlah semasih kita dapat melihat indahnya pagi dan gembiralah sebelum kita tak bisa terseyum lagi....
Selasa, 06 Januari 2009
Senin, 05 Januari 2009
sahabat terbaikku
Untukmu "jingga"
sebuah nama yg digubah sahabatmu
nama yg kukenal setelah sekian lama mengenal wajahmu
kala ini angin senja bertiup
mentari masih terseyum dengan bibir mega
engkau tak pernah melepaskan tawa kecilmu
dulu dan kini engkau tetap mungil
bersahaja dan penuh keihlasan
tetap baik
engkau sahabat sejatiku
hariku bersamu tak pernah murung
penuh hiasan bola warna warni
maafkan bila aq berkata salah
tapi hatiku dan ragaku selalu berdoa untukmu "amien"
sebuah nama yg digubah sahabatmu
nama yg kukenal setelah sekian lama mengenal wajahmu
kala ini angin senja bertiup
mentari masih terseyum dengan bibir mega
engkau tak pernah melepaskan tawa kecilmu
dulu dan kini engkau tetap mungil
bersahaja dan penuh keihlasan
tetap baik
engkau sahabat sejatiku
hariku bersamu tak pernah murung
penuh hiasan bola warna warni
maafkan bila aq berkata salah
tapi hatiku dan ragaku selalu berdoa untukmu "amien"
kemiskian dan pengorbanan
liatlah gubuk reot itu dari tahun ke tahun tetap reot...
mereka kaum miskin berdesakan antre uang BLT, sembako, zakat firah atau sekilo daging hewan kurban....
tapi mereka tetap miskin, karena semua itu hanya bisa merubah tai mereka dari warna hijau oleh kangkung menjadi warna kuning oleh daging kurban yg bau kala ia kentut...
Mereka kaum miskin semakin byk diantara kita, berjalan diantara mobil mewah, terlelap dirumah kardus diantara rumah gedongan....
Hati kita mati bahkan apatis bahkan jutek bahkan menggerutu bahkan memarahi mereka...
Hewan qurban idul adha sebenarnya adalah gerakan minimal yg harus kita lakukan,,,,
Kita selanjutnya masih perlu melakukan gerakan yg lebih besar lagi utk merubah hidup mereka....
Bayakngkan jika Bakri si Menko Kesra punya kekayaan 50-an triliun tapi tak bisa berbuat byk utk kesejahteraan kaum miskin di Republik ini....
jangan lagi tunggu negara,,,jangan hanya kita baik saat puasa atau saat potong kambing kurban setelah itu no way...
Saatnya kita bangkit dan melakukan sesuatu,,,,bukan kecil walau sering dengan logam recehan tapi sekali gerakan tpi besar untuk si miskin,,,,minimal satu gerakan untuk satu orang kaya yg bisa merubah satu orang miskin menjadi kaya....
Sebuah sensitifitas sosial yg bukan hanya ogahan untuk pak ogah,,,tapi gerakan yg nyata besar....
Jika kita adalah pekerja keras dgn gaji yg lebih,,,,pernahkah kita bisa mengihlaskan 1 bulan gaji kita utk mmbantu satu orang miskin utk modal mereka.....
aq terharu biru....rumah reot itu masih reot bahkan semakin reot....
Orang miskin itu renta dan kumal dan semakin mendekati ajalnya,,,,apakah yg kita tunggu.....
mereka kaum miskin berdesakan antre uang BLT, sembako, zakat firah atau sekilo daging hewan kurban....
tapi mereka tetap miskin, karena semua itu hanya bisa merubah tai mereka dari warna hijau oleh kangkung menjadi warna kuning oleh daging kurban yg bau kala ia kentut...
Mereka kaum miskin semakin byk diantara kita, berjalan diantara mobil mewah, terlelap dirumah kardus diantara rumah gedongan....
Hati kita mati bahkan apatis bahkan jutek bahkan menggerutu bahkan memarahi mereka...
Hewan qurban idul adha sebenarnya adalah gerakan minimal yg harus kita lakukan,,,,
Kita selanjutnya masih perlu melakukan gerakan yg lebih besar lagi utk merubah hidup mereka....
Bayakngkan jika Bakri si Menko Kesra punya kekayaan 50-an triliun tapi tak bisa berbuat byk utk kesejahteraan kaum miskin di Republik ini....
jangan lagi tunggu negara,,,jangan hanya kita baik saat puasa atau saat potong kambing kurban setelah itu no way...
Saatnya kita bangkit dan melakukan sesuatu,,,,bukan kecil walau sering dengan logam recehan tapi sekali gerakan tpi besar untuk si miskin,,,,minimal satu gerakan untuk satu orang kaya yg bisa merubah satu orang miskin menjadi kaya....
Sebuah sensitifitas sosial yg bukan hanya ogahan untuk pak ogah,,,tapi gerakan yg nyata besar....
Jika kita adalah pekerja keras dgn gaji yg lebih,,,,pernahkah kita bisa mengihlaskan 1 bulan gaji kita utk mmbantu satu orang miskin utk modal mereka.....
aq terharu biru....rumah reot itu masih reot bahkan semakin reot....
Orang miskin itu renta dan kumal dan semakin mendekati ajalnya,,,,apakah yg kita tunggu.....
Langganan:
Postingan (Atom)