Kamis, 15 Mei 2008

jual beli hati nurani

PILKADA = PENGGIRINGAN PUBLIK

kita patut berbangga... yaa
demokrasi ajaran amerika kini berjaya seantero negeri kita
dan tradisi musyawarah kini jadi patung naga bonar
gotong royong jadi monumen pancasila

yaa.. bergembiralah politikus
kini demokrasi menjadi pasar rakyat
bukan pasar kambing
bukan pula pasar terong
tpi pasar yg menjual suara hati

yaa rakyat terpaksa menjual suara hatinya untuk 2 kilo beras
murah bukan...

tpi jgn senang dulu
duakilo beras kali 200 juta x 10 rb = 2 triyun
blum lg pilkada dewan yg banyaknya dewan sebanyak sekandang ayam potong
belum lg pilkada gubernur dan bupati sebanyak metro mini di betawi
aaahhh KPK saja gak akan bisa memeriksa semuanya
blum lg biaya politik non formal diluar APBN dan APBD

itu tak pernah berhenti, bayangkan ada 300 kabupaten 34 propinsi 1 negara
setiap pasar berulang 5 tahun sekali
lebih banyak orang yg senang
pasar hati nurani dalam pilkada menjadi komodity kapitalis

tak sadar pilkada ternyata telah menaikkan order iklan
biaya cetak baliho, spanduk dan panplet
biaya alat-alat KPU

dukung mendukung jadi tradisi baru
genk-genk politik smakin mengakar
malah banyak maklar politik
partai juga semakin beringat
bukan lagi mesin legislator
tetapi menjadi mesin uang baru

fakta ini mneyedihkan...
hakekat demokrasi pun memudar
malah perpecahan disani sini

bhineka tunggal ika hanya mimpi
bersuku-suku jadi satu hanya boong
indonesia tidap pernah jadi satu
malah sukunya tambah banyak
bendera merah putihpun banyak jadi karpet politik
kita kini bingung dengan pesta rakyat
rakyatpun tambah bingung tanpa pemerintah

pemerintah kini hanya duduk untuk kursinya
ia tak lagi berpikir rakyat miskin
ia hanya berpikir bagaimana bisa menang lagi

kebijakan harga BBM adalah buktinya
antara harga politik dan barnd politik
Konpensasi BBM hanya simbol
simbol dari sebuah merk kampanye
yaa kita mulai menjadi hantu
menghantui diri sendiri

apa sebenarnya yg kita cari
apa sebenarnya tujuan kita
kita akan mati bsok pagi
dan namamu hai pejabat tak akan dikenang
karena kau memberi mie instan si pulan karena ingin kursi jabatan

aahh aqku smakin letih memikir smua
smua krisauan ini
membuat aku ingin intrupsi
intrupsi kepada tuhan
supaya kita dibumihanguskan sebelum kiamat
dan diganti oleh khalifah baru
sebelum kiamat sebenarnya datang

ya manusia
bukan lagi khlaifah
tetapi menjadi dinosaurus
dinosaurus kecil tetapi ingin memakan bumi dan isinya
keserakahan..
ya keserakan seolah menjadikan perut manusia amat besar

mari kita semua mati sehari saja
untuk melihat siapa yg salah sebenarnya