tanpa bintang
hanya awan putih
kemerlap lampu metropolis
suasana kering
hembusan nafas keletihan
tertekuk keringat berkelana
terkapar
pandangan layu
diselingi batuk udara dingin
asa gelisah
ujung penantian berkabut
sisa semangat laskar berdebu
tuhan tasbihku
gelindingan kelereng nasip
entah kemana akan menepi
ooooohhhhhhhhhhh
aaaaahhhhhhhhhhh
iiiiihhhhhhhhhhh
Mengalirlah se-ihklas air, terbanglah se-ikhtiar burung, diamlah sesabar batu, bersyukurlah semasih kita dapat melihat indahnya pagi dan gembiralah sebelum kita tak bisa terseyum lagi....
Selasa, 06 April 2010
Jumat, 02 April 2010
meniup angin takdir
hmmmm
tak seindah rencana
tak semudah teori
tak secepat pikiran
fakta hidup yang kalut
kadang tersenyum sesaat
berganti ketidakpastian
dulu enak diceritakan
saat ini gelisah menatap esok
sementara esok penuh rahasia
ihtiar tertumpuk salah print
doa tak terlacak pengabulannya
bahkan takdir juga tak jelas keberpihakannya
manusia sebagian memberontak
tak jarang juga mati tersungkur sakit
hanya sedikit sabar menggerutu hati
akhirnya semua ke satu titik
mati berabu tanah
tinggalah putih dan hitam
***aku ingin jadi tanah putih dalam kuburan bebatuan hitam*****
tak seindah rencana
tak semudah teori
tak secepat pikiran
fakta hidup yang kalut
kadang tersenyum sesaat
berganti ketidakpastian
dulu enak diceritakan
saat ini gelisah menatap esok
sementara esok penuh rahasia
ihtiar tertumpuk salah print
doa tak terlacak pengabulannya
bahkan takdir juga tak jelas keberpihakannya
manusia sebagian memberontak
tak jarang juga mati tersungkur sakit
hanya sedikit sabar menggerutu hati
akhirnya semua ke satu titik
mati berabu tanah
tinggalah putih dan hitam
***aku ingin jadi tanah putih dalam kuburan bebatuan hitam*****
Langganan:
Postingan (Atom)