coklat meminang keju
namun keju diam
lalu coklat juga diam
namun cintanya tak bisa padam
esoknya keju menantang coklat
agar coklat melamarnya ke sang ayah
namun coklat ragu
akankah sang calon mertua menerimanya
hari terus berganti
hingga keju tak lagi manis
coklat juga semakin lusuh kehitaman
lalu keduanya hampir sirna
namun cinta tak pernah tua
keduanya kembali bertemu oleh takdir
coklat meminang keju dengan bismillah
namun keju diam seribu bisu
akhirnya coklatpun asa
ia berlari menjauhi keju
keju juga berlari menjauhi coklat
namun hati keduanya bertemu lagi dalam mimpi
dalam mimpi itu coklat jatuh sakit
kejupun merawat coklat diakhir hayatnya
bermalam malam keju tidur disamping coklat yang terbaring
hingga keduanya semakin sakit
mereka terperanjat dari mimpi bersamaan oleh terik pagi
sang keju berlari menuju kantornya
dan sementara si coklat sakit betulan
lalu keja mendapat sms si coklat sekarat
keju lari meninggalkan kantornya
berlari menuju rumah coklat yang tak tau dimana
namun takdir mempertemukan keju dengan coklat
dan mereka berciuman diluar nikah hingga keduanya mati menelan cinta terlarang
ayah keju menangis
keluarga coklatpun terharu
lalu mereka dinikahkan dengan terpaksa dalam peti mati bersama
dan bercinta dalam bulan madu dipinggiran sorga....
Mengalirlah se-ihklas air, terbanglah se-ikhtiar burung, diamlah sesabar batu, bersyukurlah semasih kita dapat melihat indahnya pagi dan gembiralah sebelum kita tak bisa terseyum lagi....
Kamis, 27 Oktober 2011
Tergerus Waktu
Hari kian uban
badan kian bertulang
terbatuk dahak
tersandung nan tersungkur
melanglang lari
darati belukar
pulau sebrang laut
hingga kaki terbelah pinggir
nasip demi apa?
ya sesendok nasi
lalu sebagian basi
menjelma menjadi tanah
senyum sebelas bidadari
satu dua tertelan belang
hingga satu terjatuh hati
dia yang tertakdir
pikuk dunia penuh kereta
asap berbagai mesin
dihiasi terbangan sampah
hijau semakin tak dijumpa
aku lelah jalan
raga kian lemah
hati tak lagi bernyanyi
hanya satu sisa langkah
kemana kan kupergi
ayu tingting juga bingung
apalagi aku yang tak lagi tingting
mungkin tidur akan melupakan sebagiannya
harapku esok asa telah lenyap
Larut dalam iringan waktu
berganti sesuap mimpi
hasil doamu ibu di ka'bah
amien.......
badan kian bertulang
terbatuk dahak
tersandung nan tersungkur
melanglang lari
darati belukar
pulau sebrang laut
hingga kaki terbelah pinggir
nasip demi apa?
ya sesendok nasi
lalu sebagian basi
menjelma menjadi tanah
senyum sebelas bidadari
satu dua tertelan belang
hingga satu terjatuh hati
dia yang tertakdir
pikuk dunia penuh kereta
asap berbagai mesin
dihiasi terbangan sampah
hijau semakin tak dijumpa
aku lelah jalan
raga kian lemah
hati tak lagi bernyanyi
hanya satu sisa langkah
kemana kan kupergi
ayu tingting juga bingung
apalagi aku yang tak lagi tingting
mungkin tidur akan melupakan sebagiannya
harapku esok asa telah lenyap
Larut dalam iringan waktu
berganti sesuap mimpi
hasil doamu ibu di ka'bah
amien.......
Langganan:
Postingan (Atom)