Sabtu, 31 Desember 2011

Renungan Tahun Baru ?

tahun baru 2012 Masehi namanya
sebagian menulis dipintu hati
sisanya tak peduli ia akan lahir
seremoni atas banyak alasan nestapa

Letih terasa asa
sadar tahun terganti
jerih peluh berceceran
bersama ekor-ekor harapan

detik dini malam tiba
disambut terompet petasan
berhambur mubazir ria
menanti mata pejah merah

remaja berdansa gembira
asap cerutu mengepul
racun narkotika laris manis
makanan seminggu tuk semalam

bergelut ramai nan padat
hotel sesak dipesan
bertaut tubuh diremas sahwat
semua tergerus irama budaya barat

mentari sekan datang bergegas
tubuh lusuh tergolek pulas
terbangun

Sabtu, 24 Desember 2011

detik terakhir

waktu teriris ambisi
mentari lupa kubukakan pintu
mega malam hampir tiba
kucari sisa lilin tua

semua bertanya dimana api
aku berbekal cermin
tiba hampir peluh
berbegas

alarm bergetar
riuh walau malam
tak ada mata terpejam
hingga dini hari tanpa sepi

pergi atau tertinggal
kaki diluruskan tangan
tak ada kata terungkap
hanya senyum semua berakhir

the fower of BRA

dililit kain lusuh
berjahit tempo dulu
dengan kantong recehan
kancing hampir longgar

"38" katanya
kubuka dengan paksa
terpental berpegas matras
keluar keras kuremas

gelora bangkit
semua urat menetas keringat
air liur jatuh tak sengaja
hingga terperkosa nafsu

terlepas iman sesaat
lupa daratan udara
seakan bola dunia berpindah
dalam genggaman yang berlebih

bibir melumat ganas
terasa asin agak tawar
tangan meremas panas
ia pasrahkan dirinya disandera

semua gerak berganti
antara kaki tangan bibir
ia mendesah tak tahan
hingga semua terhenti oleh waktu

berlari terkejar dosa
seakan itu mimpi hantu
hanya tersisa istigfar
muda tua lalu kita mari bersiap mati

Minggu, 18 Desember 2011

Penantian Yang Lelah

hampir lumut keriput
menanti di rel waktu yang tak surut
mengharap langit turunkah berkah
hingga berganti tahun demi tahun belum jua

dimalam berkah terhampar harap
dihari keramat terucap doa
disetiap jengkal asa tersisa cita
disetiap desah napas terselip ia

dunia hampir tamat atau kiamat
semua berlari mengejar mimpi
sebagian luluh lantah tersapu nasip
tersisa asa-asa yang kepayahan

adakalanya sukses sesaat
namun sebagain juga terpeleset licinya jalanan dunia
hanya sebongkah yang tertahan namun tererosi jua
lalu semua kembali ke titik nol kehidupan

hahhhhh
lelah yang menghauskan harta
payah yang menghanguskan tahta
lesu yang meremas cinta malam

semuanya hanya mengejar lelah
berlari atau diam semua akan leleh
hanya satu tersisa benang merah
"amal" kata ustaz gaul yang juga glamour