Minggu, 09 Juni 2013

KEMARAU BASAH

Karya : al fath

Kemarau aneh
Selalu basah meski tak mandi 
Mentari tak sempat menyengat
Awan memayungi tanda sayang


Rintikmu terlama

Hujan setia tak ingin pergi
Tumbuh biji yang harusnya telah mati
Hingga lupa pergantian musim

Tembakau menanti asa
Takut bila ia basah kuyup
Melengkungkan daun hati
Merontokkan sejuta mimpi

Bila ini berlanjut....
Perokok sejati kan hangus
Tergantikan pesta musim kedua
Melumat cita rasa cinta tanpa nikotin

'''' bersibuk tuk lupakan semua """



Rabu, 05 Juni 2013

ANOMALI LIAR

Karya : al fath

Awalnya hanya sebuah cerita
Memancarkan cahaya timur
Merebahkan banyangan barat
Lalu ia berdiri dihadapanku

Kurajut asa menjadi ia ada
Kutarik lalu terarik
Hingga di tengah
Titik sama jauh

Kembali haru
Maju jadi biru
Diam murung
Mengalir akan banjir

Rindu tersesat
Belantara cinta monyet putih
Menanti pisang masak jatuh dari pohon
Hanya satu dari seribu hikayat

Cemburu arang kangkung
Bila berselimut ia disarangnya
Melayani raja kumbang perkasa
Melakoni suapan kepompong muda

Bersama lupa bumi bundar
Luluh lantahkan latar
Lupakan mata-mata kaca
Lalu tutup rapat


Rumah jadi cerita malam
Lantunkan irama dua giga
Menitip pesan lewat langit
Menanti pagi tuk melihamu lagi

**** Aku bersama hatiku yang rapuh mengingat mu dan Nya  ****

Minggu, 02 Juni 2013

HIJAU TUA PADI

Karya : al fath

Juni ini masa lepas persemaian
Dipangkas agar angin tak merebahkannya
Diasup pupuk tuk munculkan pucuk
Macak basah bumi  saat ia mulai berdiri

Masa ini sepanjang mata
Terindah penuh padi hijau tua
Rumpun penuh anakan berikat akrab
Embun sempurna di daunnya nan lentik


Waktu ini tak akan lama menemani
Kudiam di pematang melahap bahagianya
Kubelai ia seyum agar hijaunya merona
Kutatap detail sempurnanya

Waktu lepas menjemput takdir
Ia akan tak hijau tua lagi
Mengandung cinta putik yang bukan dariku
Lalu hanya bisa kukunyah beras bekas cintanya

Kala ini bukan hanya untukku
Ada dia yang juga lebih bahagia
Melambai bersama hijuanya rumput tertiup angin
Menemaninya sepanjang musim meski bukan hatinya


Kala rumput menyelinap hijau di antara padi
Kuteteskan air mata di daun padi nan hijau
Dia dan ia memang harus bersama
Tak bisa kusesali aku bukan rumput


**** iri dengki hanya membuat bahagia tenggelam bersama lumpur ****


Sabtu, 01 Juni 2013

KUNANTI DAUN GUGUR

Karya : al-fath

KULUKIS wajahmu pada lembar khayalku
Rautmu ragu hanya warna hitam putih
Tertuang tanpa bingkai dan media
Hanya mengikuti garis arsir

KUIKUTI malammu yang sepi
Siang bersamamu mesti sesaat
Cicipi setetes air di depan seyummu
Kujamah tanganmu kala bersua

KUAMATI langit cerah yang dihalangi mendung
Udara segar namun sedikit debu
Air jernih membawa serasah
Hati berkelopak tak bisa mekar

KUNANTI daun gugur berganti pucuk
tanah gersang berubah basah
sari mekar dituang putik
hati lelah bertemu cinta

KUBERDOA tanpa batas untukmu
mengusir kejenuhanmu pada dunia
melempar serbuk derita dikeningmu
menawarkan sebuah mimpi baru








Jumat, 29 Maret 2013

PURNAMA

Karya : al fath

Terlihat bulat di balik dedaunan
Beranjak naik ke singgasana
Jadwal purnama yang lama dinanti
Naikkan pasang hati yang lama surut

Wajahnya ceria tanpa bintik
Datang tuk menyapu gelap malam
Hadir khusus sempurna dalam malam ini
Inilah takdir yang mesti dilakoni

Purnama, ia hanya lukisan malam
Indah hanya boleh dilihat
Tak boleh berharap memeluknya
Ia diseberang jauh milik matahari

Aku termenung melihatnya
Mungkinkah ia mengingatku
Mungkinkan ia akan nyata dalam malamku
Mungkinkah ia akan ada....

" inilah malam jadwal purnama " 

Minggu, 24 Maret 2013

RENUNGAN MALAM

Karya : al fath

Malam ini kian lelah menyelimuti
Menutupi seribu cerita disiang hari
Menelan sejuta mimpi yang tak pasti
Menghilangkan batas cerita yang telah lalu

Malam ini mari renungi..........

Apa gerangan yang telah dilalui
Siapa lawan hati berkelana pana

Dimana saja bersandar tak sadar
Kapan semua akan berakhir manis

Mengapa langkah ini tak jua sadar
Bagaimana akhir yang mestinya bahagia

Esok mungkin mentari dikerudung mendung
Berniat mulus lalu berjalan mulus
Berharap pagi burung lompat berkicau
Berdoa sebuah nasip mengadu dadu

Malam ini mari mulai.....

Hai hati yang gersang, menangislah agar basah
Hai raga yang lelah, tidurlah agar tak payah
Hai jiwa yang rapuh, istigfarlah agar tak lemah
Hai hamba yang naif, bersujudlah agar tak kufur

Andai boleh berubah
Andai saja bisa memilih

Hamba ingin jadi batu supaya tak salah
Hamba berubah jadi air sehingga jernih
Hamba dijadikan api hingga kulahap semua isi dunia
atau Hamba menjadi angin yang bebas bertiup kemana hati gembira

Namun malam ini hamba masih manusia biasa
Malam ini dosa dan pahala masih diperebutkan
Malam ini harta tahta dan wanita masih diidolakan
Malam ini dunia masih berputar mengajar bersafari

Lalu apa simpulan renungan malam ini
hanya satu kata yang ini pasti
dunia.......
hmm

#### ngantuk inilah batas mimpi dengan nyata ####


Sabtu, 23 Maret 2013

Si Mala Kama

Karya al-fath

Malam minggu nan lelah
Seorang sahabat datang dengan sebongkah masalah
Aku duduk bersandar di tiang kayu nangkah yang mulai rapuh
Tiba mendering seorang memaksaku kembali ke celebes untuk sehari saja

Subuh itu ingin kupeluk guling di hari libur
Namun janji tuk terbang tak enak dikhianati
Pagi itu transit di bandara ngurah rai Bali
Gerimis menyambut dengan langkah kaki yang ogah

Kurenungkan diriku yang kumal penuh lumpur
Hati menerawang mengamati bebasnya awan berjalan
Mentari tertutup mendung muncul membawa senyum terlambatnya
Hilir mudik orang dengan segala citanya....

Aku ingin berlari bersembunyi jauh, namun tak mampu meninggalkan rasa manisnya
Aku ingin memeluk harapanku, namun tak bisa menembus batas mimpi
Aku ingin diam di tanda titik, namun waktu menggerus kaki yang hidup
Aku ingin koma, namun kerinduan terasa semakin menggunung

Lalu apa....
Goresan ini adalah bukti betapa manusia amat lemah
Kidung hati ini adalah rintihan betapa dunia ini tak sempurna
Gelombang cobaan ini adalah pertanda kita belum mati

Bagaimana dirimu....
Kulihat dirimu hanya senyum tertunduk nan pasrah
Dirimu mengajak mengikuti aliran yang juga bingung
Warna abu tanpa cahaya yang kian penuh kegelapan

Kemana aku....
Hari ini menuju pulau celebes, mengingatkanku akan pilihan lain
Esok aku kan kembali ke tanah kelahiran, dengan tanpa pilihan
Aku ingin bertanya pada penciptaku, mohon bimbingan-Mu..............., amien 


*** Bandara Ngurah Rai 10.45 pagi, 24 maret 2013 ***

Minggu, 17 Maret 2013

DI BERANDAMU


Karya al fath

Dari kejauhan kumengamati
Ditengah danau dirimu bersamanya
Di atas perahu bercengkerama riang
Aku ditepian menantimu  tak kunjung nyata

Diriku hampir penuh larut
Diriku telah bersiap memelukmu
Diriku berharap berlebih
Diriku bermunajat bersamamu

Dirimu hanya sesaat hanyut
Dirimu tak ingin lepaskan diri
Dirimu berharap aliran ini hanya sesaat
Dirimu bermunajat bersama ia selamanya

Diberandamu aku lama tertegun
Separuh gersang temukan gerimis
Sisa malamnya larutkan rinduku
Sepi terasa diluar penuh  angin malam

Tatapku ke depan lorong kelam
Kakiku dipersimpangan tanpa arah
Kubimbang banyak berhenti tuk bertanya
Kemana aliran air kan bermuara

kubersyukur bernaung diberandamu dari terik
Bila tiba waktunya kuingin tak lagi gelandangan
Miliki rumah mungil bersamamu
Meski hanya gubuk di pinggir kali

Namun saat ini kulelah…
Tegur-Nya aku harus ihlas
Demi untuk bintang  bercahaya esok
Bunga anggrek magenta  hanya mimpi

***  puisi ini hanya fiksi,  suara burung bangau di pinggir pantai Dundun***

Minggu, 10 Maret 2013

MENDAUR MIMPI


Karya : al fath

Hari hari berkabut……
Ku asa lalu melompati jeruji
Kuberjalan mengikuti aliran hati
Hingga tiba di muara rindu

Kuberenang merajut hayal
Mentari membakarku lalu menguap
Kuterbang bagai embun  lalu mimpi
Bercengkerama rebah dalam awan

Bidadari bercelana putih mengibaku
Ia membalut  cinta yang tlah lama mati
Ia menyuguhkan air susu biru
Ia membuatku penuh peluh

Lama kumenari dipayungi langit haru
Hingga waktu membatasi mimpi itu
Mimpi yang kudaur dan kupinjam
Semoga esok bukan  sekedar mimpi

#### jingga itu warna mimpi yang indah ####

Minggu, 03 Maret 2013

IKUTI ALIRAN SUNGAI

Biarkan air hayutkan daun ke muara
Biarkan angin tiupkan debu beterbangan
Biarkan api lalapkan kayu jadi arang
Biarkan tanah lenyapkan sampah hingga hilang

Berikan ayam sisa nasi hingga berkokok
Berikan burung pisang kecil agar bersiul
Berikan kucing ekor ikan bekal tidurnya
Berikan semut ujung roti untuk kebersamaannya

Ijinkan pagi memberi sapa tanpa kabut
Ijinkan bulan terseyum purnama tanpa awan
Ijinkan hujan sirami gersang tanpa pawang
Ijinkan benalu memeluk pohon tanpa curiga

Ihlaskan seyummu agar bunga mekar
Pikirkan negaramu agar tak tamat
Ulurkan tanganmu agar sahabat terangkat
Doakan sesamamu agar semua selamat

#### ini hanya sajak rakyat jelata  yang lapar dan dahaga ####

Sabtu, 23 Februari 2013

SEPENUH AKU BUKAN DIRIMU

Karya : al fath

Tak sengaja terjadi lagi
Cerita lama nan lebih rumit
Aku terluka lagi.....................
Pada cinta terkahir yang kumiliki

Kini kuingin kembali sendiri
Tertidur di atas khayalan
Demi mengerti batas dirimu
Untuk dia yang memilikimu


Aku telah uji nyalimu
Cintamu bukanlah diriku
Kita tak berani lewati batas ini
Tanggung dirimu hanya separuh aku

Dengarlah keluh hatiku
Sebelum kututup cerita ini
Suara hati ini memanggil terakhir namamu
Karena sepenuh aku dirimu harus berakhir

Kau tak akan ada lagi disini
Pahamilah kita harus berpisah
Karena kita terjatuh ditempat yang salah
Bila diterus kan semakin banyak luka hati

Dengarlah jeritan hatiku
Suara hati ini untuk terakhir memanggil namamu
Sepenuh aku tak boleh menyentuhmu
Biarlah ini jadi cerita terakhirku

**** hanya ikan di kolam bawah rumah panggung yang bebas mencintai air ****


Sabtu, 16 Februari 2013

VALENTINe TIMEs

Karya : al fath

Hari itu 14 februari
Hari berbisiknya hati dan hati
Hati nan lelah berkelana
Raga na letih berkarya

Hari itu mentari tanpa awan
Burung beterbangan bebas di atas pesisir barat
Menaiki tanjakan ke sepi
Menghindari gaduhnya kota

Hari itu udara tanpa hujan
Semut beriring lepas di atas serakan sampah
Kuremas jemarinya yang lentik
Kubisik satu kata "see u"

Hari itu tanpa ingatan
Insan bercengkerama hingga terbenam
Tergenang dalam luapan rindu
Saling lukis banyangan smile

Hari itu telah berlalu
Sebuah catatan dalam riwayatmu hamba
Syukurlah sebelum datang kemarau
Mari berpuasa bersihkan hati

### biarkan cinta itu bening di tengah mata air ###

Senin, 11 Februari 2013

HATI BERPUCUK

Karya : al fath

Laksana pohon pisang berpucuk
Berhenti saat jatungnya berbuah
Lalu pucuk mati ke surga

Lain cerita pohon kelapa
Pucuknya tak henti tanpa cabang
Melaju diantara bunga dan buah

Berdosakah pohon mangga
Pucuknya lahirkan poly cabang
Digandeng banyak buah mangga nan ranum

Anomalikah anggrek
Berpucuk bunga berwarna
Kala udara berembun

Pucuk bukanlah kehendak pohon
Pucuk ada tuk mengejar mentari
Pucuk segar nan aliran hara

Namun naif kah pucuk di hari akan senja
Andai pucuk tak ada, dunia kan semakin tampak tua
Bila pucuk di pohon tua, bolehkan ia berbunga lalu berbuah

### buah simalakama karena delima kini langka ###

Minggu, 10 Februari 2013

KEJUJURAN ALAM

Karya : al fath

Dua hari minggu berlalu kosong
Terisi tapi tak bertaut
Dekat namun harus disamarkan

Kududuk dipasir pantai bercakap sendiri
Satunya di pantai pink milik tetangga
hari berikutnya di pantai putih Kuta

Kugenggam tanah
Gembur bongkahnya
Tanda saat ini rindu ditanami

Kukerlingi awan
Pekat coklatnya
Tanda segera turunkan hujan

Sorenya  bulan telah muncul
senyum purnamanya
Tanda ia ingin memeluk pasang

Kulihat kumbang gembira
Mengantar sari ke rumah putik

Musim setia
Hujan sedang tutupi panas

Ayam berkokok
Ingatku banyak mata

Wahai pemilik alam
Bilakah gerhana hancurkan janji

### semoga kita tak bersandiwara ###

Sabtu, 02 Februari 2013

KHILAF

Karya : aa..

Kuingin melupakan semuanya
Kumaafkan semua jejakmu
Kubermunajat lurus

Maafkan ku telah memperkosa hatimu
Mungkin harus kukikis rasa ini
Ku ikhlas kembali biasa


Jumat, 01 Februari 2013

SEBAIT GORESAN HATI

Karya : al fath

Penciptaku yang maha kasih
Kaulah pecipta hatiku
Kaulah pemberi rasa hatiku
Kau pula yang merubah rasa melalui alasannya

Penciptaku yang maha sayang
Kaulah pembentuk ragaku
Kaulah pengarah langkah kakiku
Kau pula yang merubah tujuannya dengan takdirmu

Penciptaku yang maha kuasa
Kaulah yang membuat biji bertunas
Kaulah yang membuat telur menetas
Kau pula yang membuat daun hijau menguning

Hari ini, sehari menjelang 37 digit hambamu
Hari ini, sebait goresan hati hadiah untuku
Hari ini, engkau nyakinkan hambamu akan sandiwara fana dunia
Hari ini, engkau ingatkan betapa engkaulah yang paling menyayangiku

Penciptaku yang maha mulia
Rasanya engoisku hati ini ingin berbunga
Rasanya kehendak-Mu hatiku tak harus berbuah
Rasanya kuharus mengikuti pilihan qonaah-Mu


Ikhlas kubersyukur sujud pada sajadah tanah lapang dunia
Atas hati dan raga yang engkau pinjamkan
Atas harta, ilmu dan pekerjaan yang engkau titipkan
Walau tak semua inginku diberi-Mu


Maafkan hamba-Mu yang naif
Kuserahkan kembali hatiku tuk diatur warna
Kuserahkan kembali ragaku tuk dituakan
Kuserahkan diri pada-Mu


#### semoga langit semakin jujur bercerita kepada bumi ####







Kamis, 31 Januari 2013

BONEKA DI LEMARI KACA

Karya : aa (al-fath)

"Nararia 77" julukan bonekanya
Pabrikasi Pulau Komodo
Raut muka berpoles china
Material pribumi priayi

Mulus meski telah lama tergolek
Putih laksana hatinya
Lembut seuntai benang sutra
Bercaha membuat sekitarnya berbinar

Terikat dan terkunci
Dalam lemari kaca berpermata
Namun masih dapat dilihat sekilas
Membilas kehampaan wahana

Aku tak sadar persis di depannya
Kutatap bola matanya yang ayu
Gemetar hatiku ingin memilikinya
"Sayang not for sale"

Kubersyukur bisa melihatnya meski hanya sesaat
Kubiarkan hatiku berbunga tiga hari lalu layu
Kuihlaskan ia tetap dalam lemari kaca
Semoga di surga ku bisa meminta salinannya