Jumat, 29 Maret 2013

PURNAMA

Karya : al fath

Terlihat bulat di balik dedaunan
Beranjak naik ke singgasana
Jadwal purnama yang lama dinanti
Naikkan pasang hati yang lama surut

Wajahnya ceria tanpa bintik
Datang tuk menyapu gelap malam
Hadir khusus sempurna dalam malam ini
Inilah takdir yang mesti dilakoni

Purnama, ia hanya lukisan malam
Indah hanya boleh dilihat
Tak boleh berharap memeluknya
Ia diseberang jauh milik matahari

Aku termenung melihatnya
Mungkinkah ia mengingatku
Mungkinkan ia akan nyata dalam malamku
Mungkinkah ia akan ada....

" inilah malam jadwal purnama " 

Minggu, 24 Maret 2013

RENUNGAN MALAM

Karya : al fath

Malam ini kian lelah menyelimuti
Menutupi seribu cerita disiang hari
Menelan sejuta mimpi yang tak pasti
Menghilangkan batas cerita yang telah lalu

Malam ini mari renungi..........

Apa gerangan yang telah dilalui
Siapa lawan hati berkelana pana

Dimana saja bersandar tak sadar
Kapan semua akan berakhir manis

Mengapa langkah ini tak jua sadar
Bagaimana akhir yang mestinya bahagia

Esok mungkin mentari dikerudung mendung
Berniat mulus lalu berjalan mulus
Berharap pagi burung lompat berkicau
Berdoa sebuah nasip mengadu dadu

Malam ini mari mulai.....

Hai hati yang gersang, menangislah agar basah
Hai raga yang lelah, tidurlah agar tak payah
Hai jiwa yang rapuh, istigfarlah agar tak lemah
Hai hamba yang naif, bersujudlah agar tak kufur

Andai boleh berubah
Andai saja bisa memilih

Hamba ingin jadi batu supaya tak salah
Hamba berubah jadi air sehingga jernih
Hamba dijadikan api hingga kulahap semua isi dunia
atau Hamba menjadi angin yang bebas bertiup kemana hati gembira

Namun malam ini hamba masih manusia biasa
Malam ini dosa dan pahala masih diperebutkan
Malam ini harta tahta dan wanita masih diidolakan
Malam ini dunia masih berputar mengajar bersafari

Lalu apa simpulan renungan malam ini
hanya satu kata yang ini pasti
dunia.......
hmm

#### ngantuk inilah batas mimpi dengan nyata ####


Sabtu, 23 Maret 2013

Si Mala Kama

Karya al-fath

Malam minggu nan lelah
Seorang sahabat datang dengan sebongkah masalah
Aku duduk bersandar di tiang kayu nangkah yang mulai rapuh
Tiba mendering seorang memaksaku kembali ke celebes untuk sehari saja

Subuh itu ingin kupeluk guling di hari libur
Namun janji tuk terbang tak enak dikhianati
Pagi itu transit di bandara ngurah rai Bali
Gerimis menyambut dengan langkah kaki yang ogah

Kurenungkan diriku yang kumal penuh lumpur
Hati menerawang mengamati bebasnya awan berjalan
Mentari tertutup mendung muncul membawa senyum terlambatnya
Hilir mudik orang dengan segala citanya....

Aku ingin berlari bersembunyi jauh, namun tak mampu meninggalkan rasa manisnya
Aku ingin memeluk harapanku, namun tak bisa menembus batas mimpi
Aku ingin diam di tanda titik, namun waktu menggerus kaki yang hidup
Aku ingin koma, namun kerinduan terasa semakin menggunung

Lalu apa....
Goresan ini adalah bukti betapa manusia amat lemah
Kidung hati ini adalah rintihan betapa dunia ini tak sempurna
Gelombang cobaan ini adalah pertanda kita belum mati

Bagaimana dirimu....
Kulihat dirimu hanya senyum tertunduk nan pasrah
Dirimu mengajak mengikuti aliran yang juga bingung
Warna abu tanpa cahaya yang kian penuh kegelapan

Kemana aku....
Hari ini menuju pulau celebes, mengingatkanku akan pilihan lain
Esok aku kan kembali ke tanah kelahiran, dengan tanpa pilihan
Aku ingin bertanya pada penciptaku, mohon bimbingan-Mu..............., amien 


*** Bandara Ngurah Rai 10.45 pagi, 24 maret 2013 ***

Minggu, 17 Maret 2013

DI BERANDAMU


Karya al fath

Dari kejauhan kumengamati
Ditengah danau dirimu bersamanya
Di atas perahu bercengkerama riang
Aku ditepian menantimu  tak kunjung nyata

Diriku hampir penuh larut
Diriku telah bersiap memelukmu
Diriku berharap berlebih
Diriku bermunajat bersamamu

Dirimu hanya sesaat hanyut
Dirimu tak ingin lepaskan diri
Dirimu berharap aliran ini hanya sesaat
Dirimu bermunajat bersama ia selamanya

Diberandamu aku lama tertegun
Separuh gersang temukan gerimis
Sisa malamnya larutkan rinduku
Sepi terasa diluar penuh  angin malam

Tatapku ke depan lorong kelam
Kakiku dipersimpangan tanpa arah
Kubimbang banyak berhenti tuk bertanya
Kemana aliran air kan bermuara

kubersyukur bernaung diberandamu dari terik
Bila tiba waktunya kuingin tak lagi gelandangan
Miliki rumah mungil bersamamu
Meski hanya gubuk di pinggir kali

Namun saat ini kulelah…
Tegur-Nya aku harus ihlas
Demi untuk bintang  bercahaya esok
Bunga anggrek magenta  hanya mimpi

***  puisi ini hanya fiksi,  suara burung bangau di pinggir pantai Dundun***

Minggu, 10 Maret 2013

MENDAUR MIMPI


Karya : al fath

Hari hari berkabut……
Ku asa lalu melompati jeruji
Kuberjalan mengikuti aliran hati
Hingga tiba di muara rindu

Kuberenang merajut hayal
Mentari membakarku lalu menguap
Kuterbang bagai embun  lalu mimpi
Bercengkerama rebah dalam awan

Bidadari bercelana putih mengibaku
Ia membalut  cinta yang tlah lama mati
Ia menyuguhkan air susu biru
Ia membuatku penuh peluh

Lama kumenari dipayungi langit haru
Hingga waktu membatasi mimpi itu
Mimpi yang kudaur dan kupinjam
Semoga esok bukan  sekedar mimpi

#### jingga itu warna mimpi yang indah ####

Minggu, 03 Maret 2013

IKUTI ALIRAN SUNGAI

Biarkan air hayutkan daun ke muara
Biarkan angin tiupkan debu beterbangan
Biarkan api lalapkan kayu jadi arang
Biarkan tanah lenyapkan sampah hingga hilang

Berikan ayam sisa nasi hingga berkokok
Berikan burung pisang kecil agar bersiul
Berikan kucing ekor ikan bekal tidurnya
Berikan semut ujung roti untuk kebersamaannya

Ijinkan pagi memberi sapa tanpa kabut
Ijinkan bulan terseyum purnama tanpa awan
Ijinkan hujan sirami gersang tanpa pawang
Ijinkan benalu memeluk pohon tanpa curiga

Ihlaskan seyummu agar bunga mekar
Pikirkan negaramu agar tak tamat
Ulurkan tanganmu agar sahabat terangkat
Doakan sesamamu agar semua selamat

#### ini hanya sajak rakyat jelata  yang lapar dan dahaga ####