Senin, 02 Juni 2008

Sepi sendiri

SENDIRI DIKAMAR KOS
Karya al-fath diraja

Kulihat cecak ia hanya diam,
Kulihat nyamuk ia hanya terbang,
Kulihat semut ia masih sibuk,
Kulih kecoak ia masih dansa,

Kuhidupkan laptop ia juga murung
Kuhidupkan hp ia juga letih
Kuhidupkan musik ia juga lirih
Kuhidupan tv ia juga tak menarik

Kuseduh kopi, ia hanya pahit
Kucelup roti, ia hanya lemas
Kurebus mie, ia hanya malas
Kutelan permen, ia hanya enegg

Kubuka jendela, angin tak bertiup
Kubuka pintu, tamu tak berkunjung
Kubuka baju, hujan tambah lebat
Kubuka hati, tak ada juga menyapa

Aku intrupsi, malaikat juga sepi
Aku berteriak, didnding juga tuli
Aku menyanyi, telinga tak ada lagi
Aku diam, malam semakin sunyi

Kupatahkan pensil, itu tambah jengkel
Kupukul meja, itu tambah dongkol
Kutendang botol, itu tambah monyong
Kubenturkan kepala, itu tambah konyol

Kuingin belanja, bulan telah tua
Kuingin mandi, air telah dingin
Kuingin telpon, ia telah pergi
Kuingin marah, ia tak ada lagi

Kutarik selimut, mata tak terpejam
Kubalik badan, kasur tak terusik
Kupeluk bantal, badan tak juga binal
Kutelusuri mimpi, basah tak juga nyata


#### manusia ada kala hatinya berbunga ####