Minggu, 15 Juni 2008

manusia menikahi bumi

SEBUAH RENUNGAN SOSIAL YANG BERPIJAK

Abstrak

Saya mengawali komentar saya dengan ucapan terima kasih kepada Para Maha Guru yang Sangat Terpelajar, yang telah memberikan nuansa berpikir lain tentang dunia kemasyarakatan. Ilmu Alam terasa kaku tanpa pemahaman makna dari ilmu sosial. Ilmu sosial menjadi tidak membumi manakala tidak berpijak pada ilmu Alam. Kedua-duanya adalah saudara kandung yang harus dipahami dalam suatu paradigma berpikir yang filosofis namun realistis.

Saya ingin memperlihatkan beberapa catatan yang penting tentang kekuatan pemikiran teori sosial namun juga gagal dalam implementasinya, untuk saya ingat dan kita luruskan yaitu sebagai berikut :

1. Pemikiran Emile Durkeim tentang pembagian kerja pada masyarakat industri ternyata secara tidak sadar telah mendorong stratifikasi sosial, para pekerja ahli dengan skillnya telah memperoleh lebih banyak pendapatan, sementara pekerja buruh dengan cucuran keringatnya telah melahirkan kemiskinan. Kasus bunuh diri adalah satu fakta kegagalan kekuatan sosial pada sebagain individu yang terasing. Gagasan Durkheim tentang metodologi melihat sebuah realitas sosial melalui fakta sosial tidak mampu melahirkan sebuah masyarakat yang lebih humanis atau masyarakat yang dapat memahami kelebihan dan kekuarangannya. Peran profesionalisme ternyata juga gagal membangun masyarakat yang lebih beradap dewasa ini.

2. Pemikiran Karl Marx yang radikal cendrung emosional artinya perubahan sosial bersifat menyeluruh, cepat dan bersifat kekerasan (revolusioner). Masyarakat Borjuis dan negara penuh kelemahan. Liberalisme, kapitalisme dan demokrasi sebagai sumber kebobrokan masyarakat. Menurut Marx faham liberalisme melindungi kerakusan yang mengakibatkan terhadap penindasan. Cara menghilangkan penindasan dengan menghilangkan “hak milik pribadi”. Karena hak milik ini digunakan sebagai alat penindasan. Liberalisme dalam bidang politik menghasilkan demokrasi dalam bidang ekonomi menghasilkan kapitalisme. Inti dari demokrasi adalah yang baik buat masyarkat ditentukan oleh masyarakat sendiri. Dalam Kapitalisme terjadi swastanisasi . Masyarakat diganti dengan pasar bebas . Penguasa ekonomi adalah pemilik uang . Dalam hal ini dicirikan bahwa masyarakat itu terdiri dari kelas menengah yang – rakus dan penuh ambisi. Apakah kemudian Marx mampu membumihanguskan kapitalisme dengan sosialisme..?

3. Pemikiran Max Weber melalui rumusan “the protestan of etic and the sprit of capitalism” ternyata sangat jauh dari rasionalisme yang menjadi roh pemikirannya. Rasionalisme ekonomi kapitalisme dan rasionalisme organisasi hanya mampu berada dalam alam ide. Pada kenyataannya manusia semakin rakus tamak, terbukti dengan semakin komplesnya stratifikasi dan kesenjangan pendapatan yang melahirkan kemiskinan ganda. Max weber ternyata hanya mampu melihat makna rasionalisme dalam pemikiran masyarakat protestan, tanpa mampu mengimplementasikan dalam sebuah konsep konkrit rasionalisme ekonomi kapitalis yang sosialis.

Akhirnya saya sadar bahwa, ketiga tokoh klasik maha guru sosiologi di atas baru sampai tahap membuka tabir pemikiran kita tentang sebuah masyarakat yang ideal dalam pemikiran dan kita sebagai generasi saat ini dituntut untuk dapat membumikan pemikiran itu dalam sebuah konsep yang rasional, logis dan realistis.

Negara Federal Indonesia, 15 Juni 2008