Rabu, 11 Juni 2008

Rebahnya Permaisuri Biru

Andai Malam Pertama Datang..
Karya : Sang Pemimpi

Ketika akad itu tiba
Tangan berjabat gemetar
Mata menatap berkaca
Hati jatuh berbunga

malam kunjung lama
siang terasa panjang
famili tak jua pulang
kami tak tahan raba

Malam itu purnama
sepotong lilin menyala
ranjang biru bisu
bergoyang bukan gempa

Aku membuka bajunya
sambil berbisik lirih
adik...
ini waktu yg ditunggu

Angin semakin dingin
jangrik bernyanyi pikuk
anjing terdiam liur
kodok juga tergoda

Gerimis mulai turun
menyapu dosa muda
tergeletak ia pasrah
akupun merapat jua

Kancing itu lepas
kuraba halusnya kulit
kucium farfum wangi
kuremas relung rawan

Malam pun ikut hayut
rayu jadi bisu
hanya desah napas
permaisuri terpejam

Bulan mengintip malu
ia terseyum sipul
permaisuri rebah
bersimbah darah perawan

Perjaka muda lepas
gelora raga terpendam
memancar air deras
terpercik di rahim suci

Fajar jadi grogi
ia menyapa pagi
dua sejoli lunglai
penuh seyum puas

@@@@@ mimpi itu mudah, nyata itu mahal @@@@@