Sebuah Cerpen…
BULAN BERMANDIKAN MADU
Karya : Pemimpi basah……
Pesta itu cukup meriah, tapi aku tak dapat mengingat kemegahannya, yang kuingat aku keringat dingin, bukan karena panas, tapi karena bersalaman dengan tamu ratusan kali…
Mas “slamat ya” kata temen kuliahku dina, ia terlihat seyum namun juga iri, usianya telah menginjak 30-an tapi belum juga menikah. Lalu kulihat omta, ia juga hadir “ntar malam hati-hati ya, ntar keseleo” aku tak menjawabnya hanya terseyum. Namun tak kulihat wajah ina, mungkin ia cemburu melihatku menihah, ia mantan fansku yang kutolak.. Tamu terkahirpun bersalaman, aku tak mengenalnya ia lelaki kurus dengan langkah loyo, ia hanya terseyum namun seyum itu agak berat, dideket istriku ia bergumam, maafku aku ya.. aku tak tau maknanya, mungkinkah ia mantan pacarnya yang ia ceritakan. Namun aku tak peduli, itu masa lalu dan hari ini yang pasti ia telah menjadi milikku..
Siang itu pukul 14.00, hari masih terik, baju penganten kulepaskan dan kusempatkan aku mencium keningnya, ia diam tanpa perlawanan, ingin kulanjutkan mencium bibirnya, namun tak enak hati, mertuaku terlihat hilir mudik mengemas dekorasi dan perawabotan pesta…. Kubisik kata “ayo dik, cepet, nanti ketinggalan pesawat, kita akan segera berangkat ke bali” ia pun mengangguk dan mencopot bajunya pengantennya dan berganti sebuah baju kaos ungu, bertuliskan “just for you”… kulihat lekuk dadanya mengeras, mungkin ia juga teransang kebelet banget… kutarik segera tangannya, kamipun bergegas meninggalkan ruangan ganti…
“mama kami pergi dulu ya”.... “papa kami pamit” itu kali pertama aku mencium tangan mertuaku "hati-hati ya" kata mama… kamipun bergegas ke bandara… pesawat kami satu jam lagi. Sebuah taxi biru menunggu diluar, sopirnya terlihat keringatan karena terik didepan gedung serba guna itu “pak!.. cepetan ya, jangan sampai ketinggalan pesawat”… ia duduk disampingku sambil terseyum seoalah melepaskan keraguannya selama ini… aku kembali ingin memeluknya tapi sopir taxi itu sesekali melihat kaca spion, aku tak tau apa ia iri, tapi ia tua, mungkin ia pengen manten lagi… Aku hanya meremas tangannya, ia pun menggenggam erat, seakan tak akan rela melepaskan aku pergi…
“para penumpang pesawat tujuan denpasar, diharapkan segera memasuki ruang tunggu, karena pesawat akan segera diberangkatkan”… kami semakin bergegas, hasratku hilang sejenak… istriku membawa satu koper dan aku hanya membawa tas ransel, pakaian kami belum disatukan, karena baru hari ini kami boleh berdekatan setelah beberapa hari dipisahkan kamar… Akupun menyodorkan tiket… pintu masuk kulewati… akupun kemudian cek in “berdua mas” kata petugas lion air…aku bilang “ya mbak” sambil terseyum, petugas yang cantik itupun menatap Tanya.. ia mungkin juga iri melihat keserasian wajah kami…. Akupun segera berlari, loket boarding pas dilewati lagi.. kubayar Rp 60 ribu berdua, biasanya aq naik pesawat sendiri cukup Rp.30 ribu saja…. Kami duduk hanya sebentar kulihat ia masih terseyum, namun napasnya terlihat mulai sesak, mungkin ia mulai grogi…
“silahkan mas” kata pramugari… akupun mencari no kursi itu 8a dan 8c, ya persis kami duduk berdua didekat kaca kecil, “adik aja yang dipinggir” ia pun mengangguk dan terseyum… itu kali pertama aku memanggilnya adik di dekatnya langsung… kami pacaran 4 tahun tapi hanya sekali pernah berjumpa, itupun hanya sesaat hanya untuk memastikan ia ada dan cantik, karena saat itu ia tak mau dicium, katanya ditabung aja untuk MP (malam pertama red)…
Kamipun duduk terdiam sejenak… kubuka percakapan.. “adik, adik tadi udah makan”.. ia pun menggeleng “ kalau begitu makan roti ini aja, ntar gak ada tenaga”… ia pun meraihnya… aku kembali meremas tangannya… kuberanikan diri merebahkan kepalanya di dadaku… ia pun pasrah… ia menelan roti itu dengan pelan, sambil membayangkan apa yang akan terjadi nantii…
“taxi”…. “mas”… sebuah taxi merapat.. “antarkan ke pantai kuta ya, hotel sahid” ia pun mengangguk dan memasukkan koper dan ranselku ke bagasi… kamipun harus duduk berdua kembali dikursi taxi yang kedua, sambil harus gigit jari…
“petugas hotel menyapa ramah, kulihat sebuah bunga kamboja terselip ditelinganya, itu adalah ciri pramuniaga hotel di bali… “slamat sore pak, mau pesan kamar” akupun mengangguk “aku pesan ekslusif room”… ia pun menyodorkan sebuah kertas “tolong mas tulis namanya”… akupun menyerahkanya kembali bersama deposit cost.. untuk satu malam Rp.500 ribu. Kamipun bergegas mengikuti langkah petugas juru kunci hotel, aku tak mau jauh, aku berjalan sambil menggandeng istriku..kutaruh tanganku dipinggangnya, iapun agak terkejut.. mungkin ia tak menyangka aku begitu berani, iapun membalas mesra..…ternyata kamar kami persis berhadapan dengan laut pantai kuta… “silahkan mas” akupun bergegas masuk… petugas itupun hilir mudik, akhirnya kuusir ia untuk segera pergi dengan selembar uang tips Rp. 20 rb… ia pun terseyum dan pergi sambil basa basi “makasi mas, semoga berbahagia”….
Kututup pintu itu dengan 2 kali kunci… namun aku tak menyangka istriku yang dari tadi diam, dan lemas, ternyata langsung menyergapku dari belakang dan memelukku …akupun membalas, ia berbisik “ayo cepet cemas” … akupun membuang ranselku… Kulihat malam baru tiba, terlihat langit masih merah pertanda mega masih menahan malam… namun aku tak peduli, akupun menggendongnya, terasa berat namun hasratku membuat ia ringan, kulemparkan ia kekasur itu… iapun rebah menengadah.. namun begitu aku akan melumat bibirnya… ia pun intrupsi.. maaf ya aku pipis dulu…. Akupun mengangguk… aku menunggu sambil menatap pintu wc itu…terasa lama…
.....free memory ............... SENSOR........
Malamm itu hampir tak pernah tidur, mungkin kuulang hingga delapan kali…. Hingga fajar menyapa pagi…. Kamipun beranjak ke kamar mandi…. Kebetulan hotel itu dengan air hangat,,,, kami saling menyabuni…. Ia pun tertawa riang,,, lepas dan bahagia…. Akupun menggeledek pinggangnya hingga ia jingkrat karena geliii… lama dikamar mandi…. Kami akhirnya melakukannya lagi dikolam itu……. Kulihat air maniku mengapung di bak itu…….
Kamipun menuju restoran hotel, mengambil sarapan gratis, aku mengambil nasi goreng dengan telur mata sapi, istriku memesan roti bakar keju dengan jus jeruk… kami lama bercanda dan bercerita sambil menguyah aneka buah, tak ada lagi cerita sedih masa lalu, diskusi penuh dengan cerita humor saja….
Kami keluar berjalan ke pantai….. kami pun mandi…. Pagi itu masih sepi.. hanya beberapa orang berjalan di pasir putih itu. Pantai kuta bali sangat landai…. Seakan lapangan sepak bola dari pasir putih agak hitam….. kami pun tak sengaja melakukannya lagi di dalam air laut, terasa sulit tapi kupaksa bisa……
Kami pun beranjak membilas badan dipancuran…… lalu aku mengajaknya ke kolam hotel…… disana aku hanya bisa merabanya karena petugas hotel melirik mengintippp....
Siang itu kami berjalan, menyuri jalan pantai kute, hingga tiba di sebuah pasar seni yang mungil, kami berbelanja sekedar cenderamata, sebuah kalung kerang… aku memasangkannya hinggga istriku terseyum kesekian kalinya….
Kamipun berjalan pulang, hari sudah amat siang…. Kami singgah di depan hotel, disamping sebuah ruko,,, ada sebuah warung padang,,, kamipun makan dengan gembira… sesekali ia mencubitku…. Ia semakin geli dan ingin main lagiiiiii
Kamipun bergegas ke kamar hotel dan tanpa basa basi dan persyaratan lagi, kami bersenggama lagiii hingga sore tiba….. magrib tiba, kami keluar sejenak dan makan di restoran hotel dengan lilin ala pangeran jogja…… aku menyuapinya hingga ia tersipu bahagia….
Hari seperti itu berjalan terus, hingga 6 hari di bali usai….. hingga 3 botol madu dari ibu mertua tinggal botolnya, hingga lutut kami terasa lemah……. Kami pun harus pulang ke rumah melanjutkan hari-hari-hari indah dirumah kami, aku bekerja disebuah kantor pemerintah, ia juga bekerja disebuah perusahaan swasta…… pulang kerja terkadang kami langsung bersenggama…. Hingga akhirnya kami memiliki dua putra yang 1 gagah seperti aku dan yang satu cantik seperti istriku….. sebuah keluarga yang bahagia dalam kesederhanaan……
+++++ we dream +++++