Sabtu, 23 Maret 2013

Si Mala Kama

Karya al-fath

Malam minggu nan lelah
Seorang sahabat datang dengan sebongkah masalah
Aku duduk bersandar di tiang kayu nangkah yang mulai rapuh
Tiba mendering seorang memaksaku kembali ke celebes untuk sehari saja

Subuh itu ingin kupeluk guling di hari libur
Namun janji tuk terbang tak enak dikhianati
Pagi itu transit di bandara ngurah rai Bali
Gerimis menyambut dengan langkah kaki yang ogah

Kurenungkan diriku yang kumal penuh lumpur
Hati menerawang mengamati bebasnya awan berjalan
Mentari tertutup mendung muncul membawa senyum terlambatnya
Hilir mudik orang dengan segala citanya....

Aku ingin berlari bersembunyi jauh, namun tak mampu meninggalkan rasa manisnya
Aku ingin memeluk harapanku, namun tak bisa menembus batas mimpi
Aku ingin diam di tanda titik, namun waktu menggerus kaki yang hidup
Aku ingin koma, namun kerinduan terasa semakin menggunung

Lalu apa....
Goresan ini adalah bukti betapa manusia amat lemah
Kidung hati ini adalah rintihan betapa dunia ini tak sempurna
Gelombang cobaan ini adalah pertanda kita belum mati

Bagaimana dirimu....
Kulihat dirimu hanya senyum tertunduk nan pasrah
Dirimu mengajak mengikuti aliran yang juga bingung
Warna abu tanpa cahaya yang kian penuh kegelapan

Kemana aku....
Hari ini menuju pulau celebes, mengingatkanku akan pilihan lain
Esok aku kan kembali ke tanah kelahiran, dengan tanpa pilihan
Aku ingin bertanya pada penciptaku, mohon bimbingan-Mu..............., amien 


*** Bandara Ngurah Rai 10.45 pagi, 24 maret 2013 ***