Minggu, 17 Maret 2013

DI BERANDAMU


Karya al fath

Dari kejauhan kumengamati
Ditengah danau dirimu bersamanya
Di atas perahu bercengkerama riang
Aku ditepian menantimu  tak kunjung nyata

Diriku hampir penuh larut
Diriku telah bersiap memelukmu
Diriku berharap berlebih
Diriku bermunajat bersamamu

Dirimu hanya sesaat hanyut
Dirimu tak ingin lepaskan diri
Dirimu berharap aliran ini hanya sesaat
Dirimu bermunajat bersama ia selamanya

Diberandamu aku lama tertegun
Separuh gersang temukan gerimis
Sisa malamnya larutkan rinduku
Sepi terasa diluar penuh  angin malam

Tatapku ke depan lorong kelam
Kakiku dipersimpangan tanpa arah
Kubimbang banyak berhenti tuk bertanya
Kemana aliran air kan bermuara

kubersyukur bernaung diberandamu dari terik
Bila tiba waktunya kuingin tak lagi gelandangan
Miliki rumah mungil bersamamu
Meski hanya gubuk di pinggir kali

Namun saat ini kulelah…
Tegur-Nya aku harus ihlas
Demi untuk bintang  bercahaya esok
Bunga anggrek magenta  hanya mimpi

***  puisi ini hanya fiksi,  suara burung bangau di pinggir pantai Dundun***