angin mencitai pohon
membuat daunya bergoyang
bertiup secara sepoi sepoi
hingga daun itu tua lalu terjatuh bersama angin
air mencintai tanah,
membuat tanah bersih dari serasah
menghayutkannya lewat alirannya yg gemercik
dan tak membuat tanah itu gundul
matahari mencintai jemuran,
membuatnya kembali segar
menyinarinya secara alon
dan tak membuatnya terbakar
bulan mencintai malam,
meneranginya dengan remang-remang
dan tak membuatnya silau dan gelap gulita
dan memjadikannya pelita bagi jelata malam
semua mereka terpisah waktu
terpaut jarak nan jauh
berbataskan takdir yang tercipta
namun cinta mreka mengalun dalam perbedaan
pertemuan rasa tak harus raga
sesekali raga semakin manis
tak bertaut pula semakin ngiris
namun semua rasa itu adalah bukti cinta
"cinta tak mengenal wasit"
membuat daunya bergoyang
bertiup secara sepoi sepoi
hingga daun itu tua lalu terjatuh bersama angin
air mencintai tanah,
membuat tanah bersih dari serasah
menghayutkannya lewat alirannya yg gemercik
dan tak membuat tanah itu gundul
matahari mencintai jemuran,
membuatnya kembali segar
menyinarinya secara alon
dan tak membuatnya terbakar
bulan mencintai malam,
meneranginya dengan remang-remang
dan tak membuatnya silau dan gelap gulita
dan memjadikannya pelita bagi jelata malam
semua mereka terpisah waktu
terpaut jarak nan jauh
berbataskan takdir yang tercipta
namun cinta mreka mengalun dalam perbedaan
pertemuan rasa tak harus raga
sesekali raga semakin manis
tak bertaut pula semakin ngiris
namun semua rasa itu adalah bukti cinta
"cinta tak mengenal wasit"