dililit kain lusuh
berjahit tempo dulu
dengan kantong recehan
kancing hampir longgar
"38" katanya
kubuka dengan paksa
terpental berpegas matras
keluar keras kuremas
gelora bangkit
semua urat menetas keringat
air liur jatuh tak sengaja
hingga terperkosa nafsu
terlepas iman sesaat
lupa daratan udara
seakan bola dunia berpindah
dalam genggaman yang berlebih
bibir melumat ganas
terasa asin agak tawar
tangan meremas panas
ia pasrahkan dirinya disandera
semua gerak berganti
antara kaki tangan bibir
ia mendesah tak tahan
hingga semua terhenti oleh waktu
berlari terkejar dosa
seakan itu mimpi hantu
hanya tersisa istigfar
muda tua lalu kita mari bersiap mati