Sabtu, 24 Desember 2011

the fower of BRA

dililit kain lusuh
berjahit tempo dulu
dengan kantong recehan
kancing hampir longgar

"38" katanya
kubuka dengan paksa
terpental berpegas matras
keluar keras kuremas

gelora bangkit
semua urat menetas keringat
air liur jatuh tak sengaja
hingga terperkosa nafsu

terlepas iman sesaat
lupa daratan udara
seakan bola dunia berpindah
dalam genggaman yang berlebih

bibir melumat ganas
terasa asin agak tawar
tangan meremas panas
ia pasrahkan dirinya disandera

semua gerak berganti
antara kaki tangan bibir
ia mendesah tak tahan
hingga semua terhenti oleh waktu

berlari terkejar dosa
seakan itu mimpi hantu
hanya tersisa istigfar
muda tua lalu kita mari bersiap mati