waktu teriris ambisi
mentari lupa kubukakan pintu
mega malam hampir tiba
kucari sisa lilin tua
semua bertanya dimana api
aku berbekal cermin
tiba hampir peluh
berbegas
alarm bergetar
riuh walau malam
tak ada mata terpejam
hingga dini hari tanpa sepi
pergi atau tertinggal
kaki diluruskan tangan
tak ada kata terungkap
hanya senyum semua berakhir