Senin, 12 Juli 2010

Pasca bola dunia

Piala dunia telah berakhir dengan goal semata wayang spayol
namun bola tak pernah mau mati, walau ada istilah bola mati
karena Brazil 2014 telah berkemas menjadi tuan bola
bola terus berputar karena ditendang
bola dunia juga ikut berputar karena ditakdirkan
sampai suatu hari kita semua akan tiada...

Lalu akankah kita tersugesti untuk bola
bersandiwara dalam lapangan hijau dunia
berkejaran merebut sebuah hajatan bola
disaat bayi besar dengan punting
disaat anak-anak kumal bermain kelereng
disaat dewasa deg-degan dengan goal bola
kemudian bila telah tua bola mata itu rabun

Indonesia juga bergetar
menggeliat ingin bertarung bola dunia
apa daya postur, gizi dan otak hanya cukup buat bermain ala kampung
berebutan bola laksana ikan mengejar umpan yang terseret arus air
bahkan tak sedikit berkobar ingin berkorban untuk mimpi bola dunia di sini
payah semata, semakin tak logis
bila bermain belum bisa, mungkinkah pantas bola dunia di sini

Lihatlah diri kita
masih kumal dengan rumah kumuh, gizi ambruk, penyakit kudis dan sekolahan reot
pantaskah sebagian kecil yang glamor bermimpi bola dunia dikampung yang miskin
tentu kita harus berbenah, bunuhlah dulu keserakahan dan kezaliman ini
jujurlah pada negeri yang kaya mengapa kini masih miskin
bola dunia, sepatu emas dan stadion megah hanya berharga max 100 triliun
kita memiliki 1000 triul bahkan 10.000 triliun APBN jika kita jujur
mimpi bola dunia adalah mimpi anak kecil dengan celengan bambunya
ada mimpi lebih besar bila kita bisa membuat bola emas dunia
bahan baku emas papua dan sumbawa cukup untuk semua mimpi-mimpi
sekali lagi jika kita tak serakah dan jujur pada negeri ini

this time for afrika, next time for indonesia
bila kita jujur pada negeri ini

*** mimpi bola hati anak negeri ***