Selasa, 28 Oktober 2008

Permaisuri Murka

kala sinyal itu senyap
kala sunyi itu riuh

terikanmu jadi batuk
makimu jadi daki

semua serba hitam
semua berubah bedebah

esoknya mentari malas terbit
kakimu pulas tidur

ikutanya sial sialan
akhirnya rugi raga

tak ada guna guna
tak punya makna makyus

muka manismu merona biru
baju licinmu kusut parasut

ibu permaisuri ajarkan murka
tapi itu nilainya sesat

ayah permaisuri ajarkan manis
tapi itu hanya sesaat

warisan marah boleh ditolak
manisan mangga enak dicoba

)))) murka buanglah di marka jalan ((((